- Senin, 24 Maret 2025
- Perencanaan, Pengendalian, dan Evaluasi Pembangunan Daerah
Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Medan Tahun 2025–2029
Konsultasi Publik Rancangan Awal RPJMD Kota Medan 2025–2029 digelar di Ruang Rapat III Lt. 4 Kantor Wali Kota Medan serta daring melalui Zoom. Acara ini dibuka oleh Wali Kota Medan dan dihadiri oleh Sekretaris Daerah, Ketua DPRD Sumut, OPD, serta berbagai organisasi dan pemangku kepentingan (24/3/2025).
Dalam sambutannya, Wali Kota menekankan pentingnya pembangunan berbasis data, inovasi, dan keberlanjutan, dengan fokus pada infrastruktur, ekonomi, pendidikan, kesehatan, serta tata kelola pemerintahan. Festival budaya dan pengembangan UMKM menjadi strategi utama dalam memajukan ekonomi kota, termasuk promosi budaya dan perluasan jangkauan produk lokal ke pasar nasional dan global.
Setelah sambutan dari Wali Kota Medan dilanjutkan dengan acara pemaparan dan tanya jawab seputar Ranwal RPJMD.
Pemaparan pertama oleh Kepala BAPPEDA Kota Medan menyampaikan bahwa RPJMD Kota Medan disusun berdasarkan RPJMN dan RPJPD Kota Medan tentunya juga di sinkronisasi dengan RPJMD provinsi. Pemerintah Kota Medan menyusun RPJMD 2025-2029 sebagai panduan pembangunan lima tahun ke depan dengan visi mewujudkan Medan "Bertuah" yang inklusif, maju, dan berkelanjutan melalui transformasi berbasis data. RPJMD ini merumuskan beberapa isu strategis Kota Medan, yaitu;
1). Potensi multikulturisme Kota Medan sebagai salah satu nilai jual promosi parawisata dan perekonomian daerah
2). Pembangunan Kewilayahan yang Merata dan Berkeadilan melalui Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan.
3). Tata Kelola Pemerintahan dan Pelayanan Publik Terbaik Berbasis Satu Data, Riset dan Inovasi
4). Penataan Lalu Lintas dan transportasi, Estetika penataan sarana prasarana perkotaan, Kebersihan, Perpakiran, dan Kepatuhan Warga Kota
5). Sumber Daya Manusia dan Daya Saing Perekonomian yang Unggul dan berkelanjutan
6). Keamanan dan Kenyamanan sosial, Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba, dan Kesiapsiagaan Antisipasi Bencana
7). Jaminan Sosial dan Perlindungan bagi Seluruh Warga, termasuk Disabilitas, Kaum Rentan, Perempuan dan Anak
Program prioritas mencakup revitalisasi pasar tradisional, pengembangan transportasi publik, pengelolaan sampah, penanggulangan stunting, serta digitalisasi pendidikan. Pemerintah menargetkan peningkatan kualitas hidup warga melalui investasi, pertumbuhan ekonomi, dan optimalisasi potensi lokal, dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan.
Selanjutnya pemaparan kedua oleh Kabid Perekonomian Pembangunan Manusia Provinsi Sumatera Utara menambahkan bahwa RPJMD Provinsi Sumatera Utara di Kota Medan berfokus pada peningkatan SDM, stabilitas makro ekonomi, digitalisasi layanan publik, pengembangan infrastruktur, serta ketahanan sosial dan budaya. Adapun program prioritas yang dipaparkan sebagai langkah konkret, yaitu Program Sekolah Gratis (PUBG), Program Berobat Gratis (PROBIS), Jaminan Kestabilan Harga Komoditi Pertanian (JAKOMPER), Digitalisasi Layanan Publik (CERDAS), dan Infrastruktur Strategis Terintegrasi (INSTANSI). Masing-masing program ini dirancang untuk menjawab tantangan ketimpangan, efisiensi layanan, serta peningkatan daya saing daerah.
Program-program ini diharapkan mampu meningkatkan akses pendidikan dan layanan kesehatan, menekan angka putus sekolah, menjaga kestabilan harga pangan, mempercepat pelayanan publik digital, serta mendorong konektivitas antarwilayah dan pemerataan pembangunan melalui infrastruktur berbasis kawasan prioritas. Dengan pendekatan yang terintegrasi dan berbasis data, Sumatera Utara ditargetkan menjadi mata rantai utama bioindustri dan pariwisata bertaraf global dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045.
Kemudian pemaparan dilanjutkan oleh Akademisi FISIP USU, Fernanda Putra Adela menjelaskan bahwa penyelarasan pembangunan Kota Medan dengan kebijakan nasional mencakup penguatan ideologi, infrastruktur, ekonomi, hukum, serta keamanan melalui revitalisasi pos lingkungan dan rumah pembinaan remaja.
Di sektor ekonomi, pemberdayaan UMKM dilakukan melalui pemanfaatan aset publik dan kolaborasi dengan perguruan tinggi. Sementara di bidang pendidikan, program sekolah gratis, penambahan SMP negeri, serta pengembangan kurikulum internasional menjadi fokus utama. Dan permasalahan lingkungan seperti sampah dan banjir juga mendapat perhatian dengan berbagai opsi solusi seperti normalisasi sungai dan pembangunan kolam retensi.
Sementara itu, Arief Marizki Purba dari Akademisi FISIP USU menegaskan bahwa akselerasi pembangunan sebaiknya dilakukan secara inklusif dengan mempertimbangkan perbedaan wilayah, demokrasi, dan koordinasi lintas sektor untuk mencapai pembangunan yang lebih baik.
Arief juga menekankan bahwa strategis Public Relations (PR) berperan penting dalam mendukung pencapaian visi kepala daerah, yaitu “Medan Bertuah” yang berbudaya, energik, ramah, tertib, unggul, aman, dan humanis. Menurutnya, PR bukan sekadar penyampai pesan, melainkan jembatan antara pemerintah dan masyarakat yang mampu membangun saling ketergantungan dan komunikasi dua arah. Ia juga mengingatkan bahwa tantangan terbesar dalam pelaksanaan misi kepala daerah terletak pada hambatan internal, seperti birokrasi, serta hambatan eksternal berupa persepsi publik dan koordinasi lintas sektor yang belum optimal.
Dalam sesi tanya jawab, Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Sumatera Utara menanyakan program Rumah Sehat Kota Medan dan RSUD sebagai rujukan. Kepala BAPPEDA Kota Medan menjelaskan bahwa puskesmas direnovasi, RSUD diperbaiki bertahap dengan APBD dan kerja sama swasta, serta layanan ditingkatkan melalui sertifikasi tenaga kesehatan dan pelatihan hospitality.
Dan Kepala Dinas Parawisata Kota Medan menanyakan rancangan pengembangan kawasan strategis pariwisata (KSP) Kota Medan yang terintegrasi dengan infrastruktur pendukung. Kepala BAPPEDA Kota Medan menegaskan bahwa pariwisata bukan hanya sumber PAD, tetapi sektor strategis yang mendorong nilai tambah ekonomi melalui PDRB pariwisata. Pengembangan kawasan pariwisata harus dirancang matang, melibatkan ahli, berbasis data, dan disertai peningkatan infrastruktur serta layanan publik dengan melibatkan para ahli dan pelaku industri yang memahami karakteristik lokal serta potensi destinasi.
Hasil akhir dari Konsultasi Publik ini akan di tindaklanjuti menjadi masukan strategis dari berbagai pemangku kepentingan yang akan menjadi dasar perbaikan dan penyempurnaan dokumen Rancangan Awal RPJMD Kota Medan 2025–2029. Pemerintah Kota Medan berkomitmen untuk menampung seluruh aspirasi dan menjadikannya sebagai bagian dari perencanaan pembangunan lima tahun ke depan. Forum ini juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, provinsi, akademisi, masyarakat, dan pelaku usaha untuk bersama-sama mewujudkan Kota Medan yang inklusif, maju, dan berkelanjutan sesuai dengan visi “Medan Bertuah.”
Berita Terkait
-
Kamis, 24 Agustus 2023Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Medan Tahun 2021-2026 Dilakukan Untuk Capai Target Kerja
-
Selasa, 14 Maret 2023Musrenbang RKPD Kota Medan 2024, Kelompok Difabel dan Anak Muda Ikut Berpartisipasi
-
Kamis, 18 Januari 2024Bobby Nasution : Program yang Sudah Berjalan Harus Diselesaikan Sesuai Program Prioritas, saat buka Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD Kota Medan 2025
-
Rabu, 10 Januari 2024Workshop Hak Ases Pemanfaatan Data Registrasi Sosial Ekonomi (regsosek) untuk perangkat daerah di lingkungan Pemko Medan
-
Jumat, 12 Januari 2024Konsultasi publik rancangan awal RPJPD Kota Medan tahun 2025-2045
-
Senin, 04 Maret 2024Gelar Musrenbang RKPD Tahun 2025 Walikota Medan Bobby Nasution berharap Pekerjaan yang Baik Harus Diawali dengan Perencanaan yang Baik